Kejadian Mistik Ketika Mendaki Gunung Gede Pangrango

(Foto ketika di Alun-alun Suryakencana)

Mendaki bagi orang-orang mungkin sudah tidak asing lagi di dengar, terutama dikalangan pencinta alam, pada waktu itu bulan april 2021 kami memutuskan untuk mengadakan open trip dengan teman-teman yang sehobi melakukan pendakian. Berbagai persiapan kepanitiaan dan lain-lain kami siapkan dengan matang, karena memang kita sering melakukan pendakian bersama, terkumpulah kurang lebih sekitar 75 orang untuk melakukan pendakian bareng. Bagi kami peserta segitu merupakan perserta terbanyak selama kami mengadakan Open Trip naik gunung.

Kami memutuskan pendakian saat itu lewat jalur Gunung Putri dan turunnyapun sama di jalur itu, dengan berbagai pertimbangan selain memang dekat dan kami rata-rata sudah pernah lewat jalur itu.

Awal mulanya semuanya berjalan dengan lancar dan kami berkumpul di salah satu rumah warga sekitar gunung putri karena saat itu basecamp sudah pada penuh, untuk kenyamanan warga kami memutuskan persiapan dan istirahat disana.

Setiba di Gunung Putri pas jumat malam ternyata Hujan dan kita awal mulanya ingin melakukan pedakian subuh dan akhirnya kita berangkat Pukul 07:00 Wib, dari sini mulai kejadian bermula.

Hujan tidak berhenti dari mulai malam, sampai kita nyampe di Surken

Hujan pada saat itu memang tidak berhenti dari mulai kita pertama kali sampe ke basecamp sampai kita nyampe di Alun-alun Suryakencana, memang kondisinya membuat badan kita drop, kondisi badan yang lemas karena kedinginan, barang bawaan yang memang jadi berat ketika hujan serta langkah kitapun yang susah karena licinnya jalur pendakian. Memang kondisikan buruk banget karena baday yang menyelimuti pendakian kali itu.

                                                            (Video di treck pendakian)

Ada salah satu peserta yang ketinggalan saat pendakian

Selain ujan kita ada salah satu peserta namanya Delan dia ketinggalan mendaki karena kita tunggu beberapa lama saat pendakian tidak kunjung datang, sedangkan waktu itu sudah siang dan memang pendakian harus dilanjutkan, dan kita memutuskan untuk team sweeaper untuk sedikit memperlambat jalannya sambil menunggu takutnya memang Delan datang menyusul.

Delan merasakan di treck selalu diperhatikan sosok gaib

Delan memang merasakan keanehan dari awal dia berangkat sampai dia nyampe ke Puncak, dia merasakan bahwa dia sudah tidak boleh untuk melanjutkan pendakian, karena keinginan yang kuat dia memaksakan melanjutkan pendakian walaupun saat itu kondisinya hujan, dan memang pas waktu itu delan tidak tidur bareng dan kumpul dengan teman-teman yang lain, dia memutuskan untuk istirahat di salah satu guru pembimbing dia pas waktu PKL. Sehingga dia memang ketinggalan dan tiba-tiba sulit untuk di hubungi.

Namun syukurnya sebelum POS 1 Delan bisa menyusul team sweeper yang pada waktu itu lagi beristirahat sejenak, dan disaat itulah dia mengalami beberapa kejanggalan yang diluar nalar selain dia merasa diperhatikan ada salah satu kejadian dimana Ajeng pas waktu itu teman pendakian kita juga yang hampir terkena ranting pohon yang jatuh, namun delan bisa dengan sigap menangkap ranting itu.

Delan Kemasukan yang mengaku yang menguasai daerah Alun-alun suryakecana

Setelah semuanya sampai ke Alun-alun suryakencana dengan kondisi pada saat itu juga masih baday dan ada beberapa tenda yang terbang kena angin karena kuatnya angin di puncak, namun teman-teman yang sudah sampai puncak mereka segera bergegas mendirikan tenda untuk berisirahat, nah disini ada kejadian lain yang menimpa Delan, memang pada waktu itu dengan saya berbeda tenda, namun banyak teman-teman yang bercerita bahwa pas malam itu bahwa delan kemasukan yang mengakunya Eyang Suryakencan, menurut keterangan Ainun bahwa pas di dalam tenda ada beberapa gelagat aneh dari Delan, pertama dia awal mulanya meminta kopi hitam yang pertama kali diseduh oleh teman-teman yang memang untuk mengangatkan badan, namun Delan tanpa basa basi langsung minta dan meminumnya sampai habis padahal kopi itu masih dalam keadaan panas, kemudian dia seolah-olah ngomong dan bercerita dengan bahasa yang memang kaya bukan dia, dan dia berkata "bahwa badai ini tidak akan lama dan seolah olah bahwa memberitahu kita", dan dia juga menuturkan bilang nya seperti ini dengan bahasa sunda "rek naon maraneh ka dieu naek gunung, padahal ker aya baday, jeng kade ari rek naek gunung teh teu cukup ngan saukur maca bismillah, tapi kudu ditambahan dengan do'a-do'a yang lain supaya maraneh salamet" artinya "buat apa kalian itu naik gunung, padahal kondisinya lagi baday gini, dan kalau mau naik gunung itu, kalian harus membaca doa, tidak cukup dengan bismillah tapi kalian harus membaca do'a-do'a lain supaya kalian selamat.

(Foto Delan Ketika di Suryakencana)
(Video Kondisi baday di Puncak)


(Video Kondisi di Track dan Puncak dan baday)


Setelah kejadian itu tidak berhenti disana namun ada kejadian lagi menimpa salah satu teman kami yang lain.

Dedi Terkena Gejala Hipotermia !

(Dendi Sebelah Kanan pakai Sweater)

Dari sekitar jam 22:00 Malam Dendi mulai memberikan gelagat yang aneh, dimulai dari dia mengigil sampai dia mengigo entah apa yang dia omongkan karena memang dia kedinginanan yang sangat dashyat, sehinggi teman-teman kita sedikit panik dengan kejadian itu, dan teman-teman memberikan tindakan pertama untuk mengatasi dendi waktu itu supaya kondisi badannya bisa cepet anget dan membaik, sampai kira-kira jam 02:00 Dendi baru mulai bisa tenang dan normal kembali, kami semua cukup khawatir dengan kondisinya waktu itu, tapi alhamdulillah bisa ditangani dan diselamatkan. Tidak berhenti disitu kejadian lain dan teman-teman menimpa juga ketika turun dari puncak.

Dendi dan teman-teman yang lain kesasar pas turun

Pada waktu itu teman-teman rombongan dendi memutuskan untuk turun duluan sebanyak 10 orang termasuk dendi, mereka memutuskan untuk turun duluan sekitar Pukul 08:00 WIB, karena memang dilihat kondisi Dendi pun yang pada waktu itu belum sepenuhnya membaik, karena takut cuaca yang waktu itu buruk lagi jadi mereka memutuskan untuk turun duluan dan tidak ikut summit dengan teman-teman yang lain. Ternyata pas turun mereka malah kesasar, alih-alih pada waktu itu Malik memutuskan untuk turun lewat putri dengan jalur lama, karena dia sudah sering lewat sana yang memang sudah tidak dipakai lagi oleh pandaki pada umumnya, alasannya dia lewat jalur itu karena ingin memotong jalur supaya lebih cepit, namun ternyata dia dan teman-teman yang lain malah kesasar sampai berjam-jam, muter dan muter ke jalur yang sama sebelumnya. Medannya yang memang pada saat kesasar itu pun cukup curam, teman-teman harus hati-hati ketika turun gelantungan di akar pohon yang memang wah luar biasa pokonya.


(Video Dendi dan Kawan-kawan kesasar)

Namun Alhamdulillahnya mereka tetap tenang dan santai karena kalau misal mereka panik akan mempersulit kondisi, dan akhirnya dia bisa lolos juga dari kesasar tersebut tepatnya pas dia mendengar gemuruh air dari sebuah selokan yang memang pas waktu itu tepat berada dekat dengan pos 2 bayangan, dan mereka sampai ke basecamp Jam 17:00, jauh lebih lambat dan teman-teman yang memang pas waktu itu turun sekitar jam 12:00 sudah ada yang sampe malah sekitar jam 15:00.

Namun bersyukur alahamdulillah untuk pendakian kali itu setelah turun dan memastikan semua peserta yang ikut pendakian turun semua, kondisi terasa lega dan bisa sampai ke rumah masing-masing dengan selamt.

(Foto dijalur pendakian saat turun)

Namun jadi bahan catatan bagi kita semua memang kalau dalam kondisi baday kita memang lebih baik jangan melanjutkan pendakian apalagi kondisinya yang memang buruk, lebih baik kita diam dan merubah jadwal pendakian daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kita semua jangan mengandalkan ego masing-masing, karena memang pada dasarnya pendakian yang sesungguhnya adalah bukan kita berhasil sampai puncak, namun kita bisa kembali lagi ke rumah dengan selamat.

Dan bagi teman-teman yang ingin melakukan pendakian kita memang harus dibekali dengan persiapan yang matang dan sebelum berangkat kita harus berdoa meminta perlindungan kepada Tuhan yang maha Esa supaya kita diberi kelancaran saat melakukan pendakian sampai kita kembali ke rumah.

Nah Begituah teman-teman cerita mistis kita selama melakukan pendakian, semoga cerita ini bisa jadi patokan atau landasan teman-teman semuanya yang suka mendaki, Salam lesatari dari saya.














Badarlin.

Penulis merupakan seorang yang aktif di bidang pindidikan dan traveler yang aktif mengenalkan kampung halamannya.

2 تعليقات

  1. Amazing sungguh bagus cerita nya min mudah mudahan makin banyak cerita cerita selanjutnya

    ردحذف
    الردود
    1. aminn, Siap ka nanti kita akan share lagi cerita yang lebih menarik dan seru lagi

      حذف
أحدث أقدم